Bloggeratti Season 2 (Pengakuan Seorang Peserta Baru)

Bloggeratti season 2 kali ini udah diumumin dari Januari 2017 (kalau ngga salah) gua pun udah mendaftarkan diri tapi kemudian tertunda karena Ibu ketua panitia Episapi hamil anak kedua dan kena “sickness all day” (eh iya bukan sih itu alasannya, gua ingatnya kayak gitu, maap kalau sotoy) dan baru ada pengumuman lagi di November 2017 dan di bulan Februari 2018 udah keluar keterangan biaya dan lokasinya.

bloggeratti when and where

Untuk pengumuman yang kedua kalinya itu, semangat gua untuk ikut udah mulai memudar karena seperti yang kalian tahu, blog ini makin hari makin hampa 👽, ditambah lagi gua itu orangnya lumayan introvertsuper awkward… dannn setahun belakangan ini pun lagi gendut-gendutnya… 🙈 yang mana bikin ngga pede! Jadi gua putusin untuk ngga ikut Bloggeratti season 2.

Tapiiiii… di suatu hari, ketika lagi dm-an sama Pypy, gua ada nyinggung soal bloggeratti, blablabla, intinya dia ajak gua untuk ikut aja. Ya udah, gua langsung daftar ke Epi. 😊

Soal blog hampa, belakangan ini gua sadar, biarpun emang ngurus semua sendiri tapi seharusnya ngga mustahil untuk luangin waktu… semua cuma tentang disiplin aja. Emang gua kurang disiplin dalam membagi waktu…, tapi karena gua juga udah sadar tentang itu, ada perbaikan belakangan ini!

Juga soal ngga percaya diri, bukan gua lebay sih tapi emang ada pemicunya yaitu satu kejadian yang akan gua ceritain di bawah. Fyi, sebelum kejadian itu; gua sama sekali ngga ngeh kalau badan gua “bermasalah”, gua fine-fine aja (karena memang ukuran baju dan celana gua ngga berubah; M & 28 – kalau dibandingkan dengan tinggi badan yang ngga seberapa, harusnya pakai S sih emang).

Jadi gua lupa persisnya kapan, yang jelas di tahun 2017, gua ketemu sama teman yang udah lumayan lama ngga ketemu. Dia manggil gua, kalimat berikutnya keluar dari mulut dia: “Gilaa lu gendut banget sekarang? Isi lagi ya?” (sambil lihatin perut gua) setelah gua jawab NGGA, dia malah jadi “takjub” ngelihatin gua.
Gua cuma bisa senyum-senyum aja tapi dalam hati bertanya-tanya, emang gua segendut itu ya? Gua sadar berat badan gua emang naik, tapi emang sampai seGENDUT itu ya? Ya habis itu masih basa basi seperti pada umumnya.
Setelah pisah… AKU BUKAN LAGI ORANG YANG SAMA HUHUHUH. Gua beneran jadi orang yang insecure banget.

Tapi berhubung gua juga adalah orang yang suka melihat bright side dari segala sesuatu… gua rasa itu adalah bagian dari proses untuk gua mulai memperhatikan badan gua dan ngga meluluh fokus ke anak. Karena benar-benar selama ini gua ngga peduli sama diri gua sendiri (gua sering skip sarapan, gua asal makan terutama di malam hari, gua juga sering begadang sampai kulit kering dan mata sering sembab karena kelelahan).

Ya singkatnya satu hal bawa gua ke hal lainnya… di bulan Juni 2017 gua ngga sengaja masuk ke Instagramnya Russel Simmons (mantan suami Kimora Lee) dari situ gua mulai terbuka tentang vegan. Gua pun berhasil coba beberapa lama untuk ngga makan daging sama sekali (semingguan hahaha). Lalu berhenti karena udah jadi fakta ngga makan daging itu agak susah. Bukannya mustahil tapi agak susah. (Biar gitu sampai detik ini bisa dibilang gua jarang banget makan daging sih, gua ngga terikat menjadi vegan tapi gua juga kadang suka eneg kalau makan daging.)

Setelah itu Ryan terus push gua untuk olahraga, jadi gua pun beralih ke olahraga dan olahraga yang gua pilih adalah jogging. Tapi baru jogging sekali, walaupun emang berasa lebih fit, tapi besok-besoknya selalu ada aja alasan sempurna untuk ngga sempat.

Lalu mulai sering lihat iklan 20FIT yang bilang latihan cuma 20 menit tapi efeknya sama dengan 2-3 jam di tempat fitness biasa. Awal Juli 2017 gua ikut 20FIT (ambil promo paket Idul Fitri yang 10x datang), mindset gua saat itu adalah harus kurus harus kurus. Waktu 10x udah selesai, badan gua lumayan mengetat, otot terbentuk tapiiiii berat badan tetap sama – ya iyalah cuma 10x datang mau turun drastis (kalau ngga salah ingat, biarpun berat gua tetap, tapi itu karena berat lemak yang berubah menjadi berat otot – jadi berat lemak berkurang, otot pun lebih kuat) hitungannya ada kemajuanlah.

Nah karena mindset gua emang cuma pengen kurus, gua kecewa dong bb ngga turun. Dan kebiasaan ngga sehat gua balik lagi dan jadi lebih parah dari sebelumnya malah. Kalau ditanya apakah suatu hari gua mau balik ke 20FIT lagi? Gua jawab, MAU! Karena efektif dan hemat waktu. Walaupun latihannya cuma di seputaran spot itu aja, tapi setengah mati loh (cek website mereka aja untuk info lebih lanjut).

Lalu momen lain yang bikin gua “tersadarkan” lagi yaitu waktu ulang tahun GG yang ke-empat (1 Agustus 2017), setelah lihat hasil foto, ya ampun kok perut dan pipi gua gede banget! Semakin teryakinkan waktu 17 Agustusan, ada acara di sekolah GG yang orangtua boleh ikutan, pastinya ada foto-foto juga dan video dong. Di sana mata gua benar-benar terbuka; IYA YA GUA EMANG SEGENDUT ITU! Selama ini pikiran terbiaskan karena ukuran baju dan celana yang masih sama.

Yang padahal setelah gua banyak baca… pantas ukuran masih sama karena bentuk badan gua itu apple shape! Di bawah ini gua kasih penjelasan tentang apple shape body yang gua kutip dari Wikihow. Dan 100% gambarin keadaan gua banget.

“If you have an appleshaped body, then your body is “top heavy,” meaning you have a wide torso, broad shoulders, and a full bust, waist, and upper back. Appleshaped bodied women also tend to have thinner arms, legs, and hips, and tend to gain weight at their waistlines.”

Itu awal mulanya, setiap ke sekolah, gua merasa orang ngelihatin perut gua seperti bertanya-tanya “apa mommynya GG hamil lagi ya?” Semacam gitu. Jujur emang jadi insecure banget dan sering mikir “iya tarohlah wajar berat gua bertambah karena udah beranak dua, tapi banyak mommy-mommy lain yang padahal baru lahiran tapi udah kurus lagi. Bahkan perut gua jauh lebih gede dibanding emaknya teman sekelas FF yang hamil masuk 3 bulan.” 😭

Biar gitu, gua masih mau cari tahu ini itu dan karena kekuatan sosial media, gua jadi mengenal istilah “body shaming” dan lain-lain. Pengetahuan makin nambah dan keinginan buat ngerubah diri juga semakin besar.

Di bulan Oktober/November 2017 gua yang emang sengaja keliling toko buku buat nyari buku tentang diet; nemu buku “Eating Clean” (cover putih) by Inge Tumiwa Bachrens yang menyentil gua tentang hidup sehat. Belakangan ada lagi buku keduanya “Panduan Mudah eating Clean” (cover hjau) Tapi ya karena gua bukan orang yang pintar menyerap sesuatu dan melaksanakan, buku-buku itupun cuma jadi motivasi aja dan belum jadi penggerak untuk gua. Sedikit demi sedikit mulai tergerak sih tapi tetap ada naik turun.

Intinya… karena proses-proses tersebut di atas, gua udah bisa terima badan gua emang membengkak dan itu ngga sehat! Dan karena proses-proses itu juga mindset gua bisa berubah; dari GUA NGGA CANTIK menjadi GUA NGGA SEHAT! 

Fokus gua sekarang adalah rutin olahraga dan makan sehat gitu aja. Tekad itu baru beneran muncul 1-2 bulan lalu dan gua tahu gua pasti bisa. Dan emang gua berhasil  jalanin (belanja sayur untuk seminggu full, masak sendiri di rumah seminggu full juga!) Gua juga berhasil menghindari minuman manis… dan ngga makan daging sama sekali! *BUKANNYA GUA BILANG GUA NGGA BOLEH MAKAN DAGING YA, TAPI EMANG PILIHAN GUA UNTUK NGGA MAKAN DAGING KARENA MULAI ENEG, JUGA NGERASA ITU TERLALU BERAT UNTUK GUA.* Setelah itu apa yang terjadi? Badan gua jadi lebih enak, jadi lebih segar berasanya. Tidur lebih nyenyak.

Tapiii… (i hate kata ‘tapi’) karena gua sering keteteran sama urusan rumah dan anak, gua jadi susah untuk konsisten belanja bahan dan masak, gua mulai sering beli makanan luar lagi bahkan sering skip sarapan lagi… puncaknya belakangan kepala gua mulai sering pusing, gua pun mulai nyari comfort food and drink lagi. Badan (perut) pun membengkak lagi.
Ditambah lagi sekitar seminggu lalu (sebelum acara bloggeratti), dua anak dan Ryan kena bapil, beberapa hari kemudiannya mereka sembuh dan gantian gua yang kena. Awalnya gua cuma serak dan suara hilang aja. Tapi kemudian jadi bapil dan sampai detik ini (17 Mei 2018) gua masih bapil berat! Note: kabar terbaru hari ini 21 Mei 2018 akhirnya sembuh juga, sisa batuk sedikit.

Jadi biarpun perjuangan gua untuk hidup sehat – makan sehat masih terkeok-keok,  at least gua udah tahu dasarnya gua harus ngapain: 

  • Gua harus bikin dulu daftar masakan yang akan gua masak selama seminggu ke depan, baru gua bisa bikin daftar belanja dan pergi belanja!
    (selama ini asal belanja aja, terus karena ngga ada perencanaan, waktu gua keteteran kerjaan rumah sambil ngurus keperluan bocah jadi malas mikir masak untuk gua dan Ryan…, masakin bocah aja buru-buru dan gua sering banget nunggu senggang baru makan – jadi lebih sering makan yang praktis/delivery makanan dari resto bawah apartemen/lewat ojek online). Sebenarnya ini balik lagi berhubungan sama disiplin yang gua bilang di atas sih. Kalau gua bisa lebih pintar atur waktu, bakalan lebih gampang semuanya.
  • Gua juga tahu gua harus olahraga.
    Apalagi gua punya motivator sejati (Ryan) yang kerjaannya sebulan sekali ikut event marathon 10K.
  • Gua tahu gua udah punya tekad untuk HIDUP SEHAT
    (jujur gua mulai takut, kepala gua sering banget muter tanpa alasan pasti). Gua ngga mau ninggalin anak-anak gua di saat mereka masih kecil-kecil gini… LEBAY YA HAHAHAH BIARIN DEH. Yang penting tekad gua udah sangat bulat untuk kembali makan sehat dan olahraga supaya gua bisa hidup cukup lama untuk temanin anak-anak gua (kalau Tuhan berkenan).

SETELAH INTRO YANG PANJANG, MARI KITA MULAI NGOMONGIN ACARA BLOGGERATTI SEASON 2:

backdrop

Seperti yang gua bilang di atas, berapa hari sebelum acara Bloggeratti gua mulai ketularan sakit, awalnya cuma serak lalu suara 80% hilang. Karena gua paling ngga mau minum obat, cuma maunya obat yang enak, jadi gua minum Nin Jiom Pei Pa Koa aja karena manis. Ngga sembuh-sembuh amat sih tapi karena manis jadi gua lanjutin aja.
Dan sehari sebelum acara Bloggeratti, suami yang udah capek maksa gua minum obat kapsul yang dia paksain untuk gua minum berapa hari itu (yang katanya dia sembuh karena minum itu), akhirnya sodorin ke depan muka gua, terpaksa gua minum juga, namanya Ethiros. Besok paginya (hari H acara) beneran loh suara gua mulai balik. Ada enakan tapi masih batuk dikit-dikit, kepala masih mutar dan mata masih sembab.
(Belakangan gua lanjutin minum Ethiros tapi malah jadi pilek parah lagi setiap minum, jadi gua merasa ngga cocok minum itu, so gua balik ke obat sirup tsb di atas).

Jadi apakah awkward – introvert – badan endut – mata sembab – dan ngga enak bodi menghentikan gua untuk pergi? Ngga 😅.

Setengah jam sebelum acara gua pun berangkat. Ryan & GG turunin gw & FF di lobi, lalu mereka pergi main ke PI. Dari awal emang gua cuma daftar untuk gua dan FF aja. Karena… GG dan FF ngga bisa disatuin dalam acara seperti itu. Bisa rusuh. (kalau acara kayak resepsi kawinan yang luas gitu sih gua biarin, tapi ini kan cuma sekelompok dan ada susunan acara) Mereka kalau udah main berdua (awal baru datang pasti kalem), udah pertengahan, GG pasti maksa mau mainin microfon dan FF pasti mau ikutan (pengalaman di acara wedding anniversary kokonya Ryan soalnya). Kalau udah main pasti lari-larian, manjat-manjat, teriak-teriakan dan puncaknya kalau udah cape, dua-duanya bakal maksa gua gendong. Iya ada bapaknya bisa jaga, tapi kalau bapaknya udah capek juga, bisa nanyain terus: udahan belum-udahan belum.

***
Begitu sampai lokasi, gua ketemu sama Mel-O dan suaminya, terus naik ke atas lewat tangga. Sampai di atas gua lihat tempatnya luas banget. Lalu mulai lihat wajah-wajah yang sering gua lihat (di sosmed). Mau tahu kesan pertama gua ketemu langsung para blogger itu? Kayak lihat artis! Aslinya juga lebih cantik. Gua kalau ketemu artis pasti merasa mereka lebih ganteng atau cantik aslinya. Sama halnya dengan para blogger yang gua lihat langsung ini.

the venue

Anyway, rasa nervous pasti ada, karena gua emang bukan orang yang pintar ngomong. Biar gitu gua akan sapa mereka yang kira-kira gua tahu dan semuanya jalan gitu aja, ada beberapa yang gua benar-benar ngga tahu, pun mereka ngga sombong sama sekali.

candid

me & FF, Dina & Raka, Riena, Aina, Helini & Fereshia

Oh ya, setelah duduk, FF dikasih activity book gitu (coloring & tracing) dan satu kotak pensil warna. First impression: thoughtful banget!! Ide yang bagus karena cukup nolong,  udah gitu ada namanya lagi gede-gede berupa dot-dot tracing gitu dan FF waktu baca namanya di halaman paling depan itu, dia ge-er banget… bilang, “Mommy its my name….” kayak kagum gitu bisa ada namanya di situ.

activity book1

Abaikan nama “Gwen” yaa… pas bawa pulang si GG lihat kok ada nama FF, dia minta punya dia dong, gua bilang dia ngga ikut jadi ngga dapat… eh pas malaman gua lihat di buku FF udah ada tertulis “Gwen” di tengah situ 😅

activity book2

contoh salah satu isi buku…

candid me and ff

Sebelum acara mulai… (Pypy belum “ngelawak”, jadi masih bengong-bengong aja gua)

Si FF tengah-tengah dia lagi warnain bukunya, tiba-tiba dia ngomong ke gua kalau dia lapar. Gila tumben banget nih anak… manis banget bisa kasih tahu kalau dia lapar (dan ngga nunggu disodorin makanan dulu). Habis itu gua bilang sama dia untuk tunggu, belum acara makan… tapi dia bilang kalau dia mau makan Pocky dulu. Gua pikir mana ada Pocky, kenapa tiba-tiba kepikiran Pocky?? Yaudah gua cuekin.
Tapi dia masih narik tangan gua malu-malu gitu, bilang dia lapar dan mau makan Pocky dulu. Pas gua lihat jarinya nunjuk-nunjuk, ya ampun ternyata di atas meja ada gelas bening isinya Pocky warna-warni. Kok matanya jeli banget sama gitu-gituan karena awalnya gua malah pikir itu hiasan. *emang mata lu aja kali yang rusak* Akhirnya nanya Epi dulu boleh di makan/ngga. Dan dengan ngga tahu malunya satu gelas dihabisin dia sendiri.

Selanjutnya (sebelum acara dimulai), Mel O dan suami ada kasih beberapa macam roti untuk kita tes lebih suka yang mana. Dan dicatat sama dia pilihan kita. Btw rasa rotinya ngga kalah sama yang di mal-mal. 👍🏻

mel-o and hubby

Mel-O & hubby

Baru habis itu lanjut acara, kita ambil kertas kecil yang tergulung gitu (dalamnya ada huruf), nah orang-orang yang pegang kertas dengan huruf yang sama harus gabung… tapi untuk tahu siapa aja yang dapat kertas dengan huruf yang sama, kita ngga boleh sebut dengan mulut, cuma boleh lewat peragaan atau sekreatifnya aja gimana. (dari awal aja udah dikasih challenge ya hahah).

Alhasil, gua satu grup sama Mel-O, Nadia dan Jenita. Dan harus bikin yel-yel gitu. Bakal panjang kalau gua ceritain secara detil *PADAHAL MALES NGETIKNYA AJA KAN?* Intinya seru bangetlah acaranya… ketawa terus… mungkin karena MC-nya (Pypy) emang natural banget!

persiapan yelyel

“Grup D”: gua, Jenita, Mel-O, Nadia

game

Baris pertama itu kita “grup D”

Setelah acara “main-main”, dilanjutkan dengan makan siang. Gua hampir ngga pernah makan di Bakmi GM, ditambah, lagi ngga selera makan, tapi gua akuin rasa makanannya enak. FF pun makan dengan lahap.

lunch time

Baru akhirnya acara bagi-bagi hadiah. Gua pun kebagian hadiah doorprize…
*HAPPY 😊*

doorprize winner

Dewi, Rere, gua yang kebagian “Holika-Holika Aloe Soothing Gel” *abaikan mata sembabku yang terpampang nyata + rambut yang sebenarnya lagi keriting tapi dipaksa catok, jadinya kering banget*

Dan waktu acara hampir selesai, Pypy minta mamanya Dewi untuk maju, gua pikir mau diminta nyanyi, eh ngga tahunya hari itu mamanya Dewi ulang tahun, jadi kita semua yang nyanyi “Happy Birthday” untuk mamanya deh. 😊

dewi's mom bday

Lalu foto-foto dan dibagiin goodie bag yang cantik, yang isinya belum sempat gua fotoin karena keburu dijajah sama bocah & suami di mobil. Isinya ada cemilan, ada bolu pisang @bolpisendes (Ryan yang makan, enak katanya dan dia adalah orang yang sangat picky soal per-kue-an).
Sedangkan gua kebagian minuman dalam botol tapi ada kayak jelly/pudingnya gitu… kesan pertama: kelihatan enak!! Ngga sabar mau sampe rumah dan cobain – belakangan gua tahu namanya Pudot (puding sedot) @pitshu_shop yang gua suka banget karena ngga kemanisan.
Oh ya, gua juga kebagian makanan yang dibungkus pula hahahha (thank you Pi!) 😆

rame2 part1

acara foto-foto sebelum pulang (gua yang paling kanan)

rame2 part2

(gua yang paling kiri)

goodie bag

goodie bag cantik

pudot

“Pudot” udah keminum hampir setengah baru kepikiran untuk foto

the panitia

Team panitia: Rere, Dewi, Epi, Pypy, (minus Mira yang berhalangan datang).

Kalau gua flashback, hal yang aneh dan membuat gua bertanya-tanya adalah…
Sehari sebelum acara, suara gua hampir hilang, pada saat acara berlangsung, suara gua sama sekali ngga serak (walaupun belum 100% suara normal gua) batuk pun jarang banget… TAPIII berapa lama setelah pulang ke rumah, gua malah jadi batuk terus dan suara balik serak. Bahkan besoknya gua semakin parah dan jadi bersin terus dan puncaknya gua kena batuk pilek parah. Sampai detik ini (17 Mei 2018) masih belum sembuh. Dan detik terbaru lagi (21 Mei 2018), akhirnya gua sembuh (walaupun masih batuk sesekali).

In the end of the day… gua bersyukur gua meluangkan waktu untuk datang, mengabaikan keminderan & rasa ngga enak badan… 🙂 karena bisa keluar dari kebiasaan dan berkenalan dengan orang-orang baru, itu menyenangkan… dan sangat menginspirasi! Kalau ada season terbaru, pasti gua ikutan lagi. 🙂

Disclaimer: All images, unless otherwise noted; were not taken by me.